Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Review Galuh Hati - Randu (Moka Media)



A
ku memiliki rahasia. Kau memiliki rahasia. Bahkan langit pun memiliki rahasia. Kau tahu Senja Kuning di langit Cempaka sore itu? Dia menyimpan rahasia tentangku, tentang sebuah Galuh Hati.
Aku adalah satu-satunya riwayat tua yang diperbincangkan di rumah para pendulang intan di Cempaka. Kekuatan dan keindahanku selalu menjadi teka-teki yang diturunkan hingga ke anak-cucu mereka.
Namun, tahukah kau bahwa di balik gemerlap cahaya yang aku pancarkan ada rahasia tentang persahabatan, cinta, dan sebuah pengkhianatan?

Galuh Hati, sebutan untuk sebuah intan paling indah dan besar yang pernah ditemukan di Cempaka, daerah penghasil intan terbaik di seluruh dunia yang terletak di Kalimantan Selatan. Namun tak ada pendulang yang tahu di mana gerangan intan yang melegenda tersebut, bahkan banyak yang menyangsikan keberadaannya sampai saat ini.

Hingga suatu hari, Kai Amak yang merupakan sepuh di pendulangan kembali mencari intan di Cempaka pada malam hari di daerah terlarang dibantu Abul, yang disudutkan oleh orang-orang desa karena satu-satunyanak laki-laki tak mampu mendulang dan ayahnya yang tak bisa mendulang lagi setelah insiden yang merenggut tangannya. Di luar dugaan, mereka tak menemukan intan dan Kai Amak menceritakan perihal Galuh Hati dan kisah persahabatannya dengan Antas, hingga muncul Sarah yang menjadi pemicu pecahnya persahabatan mereka, dalam keadaan mabuk.

Abul menunggu kelanjutan kisah yang dipotong malam yang larut itu hingga keesokan harinya, sebelum berita kematian Kai Amak menyebar. Dari sini, cerita mengenai legenda Galuh Hati dan cinta segitiga bermula. Dibantu Gil, Abul mencari tahu perihal intan terbesar dan terindah itu ke mana-mana, hingga nyaris kehilangan nyawanya sendiri.

Jumat, 21 Februari 2014

Date a Girl Who Reads.

a quote by Rosemarie Urquico. the first time I read it, the first time I fall into it. 


“You should date a girl who reads.
Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of an old book in a secondhand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow and worn.

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.

Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

She has to give it a shot somehow.

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who read understand that all things must come to end, but that you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series.

If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.

Or better yet, date a girl who writes.”


Selasa, 03 Desember 2013

Review #SeribuKerinduan - Stiletto Book

“Sudah, jangan lagi kamu menghakimiku. Jangan lagi kamu memperolokku. Percuma saja. Aku sudah tak bisa merasakan apa-apa lagi, kecuali rasa kebas ini. Dan sekarang, biarlah kehidupan memilihkan jalan untukku. Menjadi pelacur.”
Renata, seorang fashion editor dengan karier cemerlang di kantornya, harus pasrah pada keadaan. Setelah berpisah dengan Panji, lelaki yang sudah dipacari selama empat tahun karena perjodohan biadab itu, dia pergi ke semua tempat yang pernah mereka singgahi untuk menelusuri jejak-jejak kebersamaan. Hidup menjadi sangat membosankan baginya, karena hari-harinya kini hanya dihabiskan untuk mengenang Panji. Dia pun lantas memilih menjadi pelacur, karena dengan profesi barunya itu, dia kembali merasa dicintai, dihargai, dibutuhkan, dan disanjung.
Namun, ia sadar, menjadi pelacur hanyalah sebuah persinggahan sebelum dia benar-benar melanjutkan hidup sesuai keinginannya. Lantas, kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalaninya? Tanpa Panji? Bisakah?

Blurb yang sukses membuat kita menahan napas beberapa kali, memang. Siapa yang sangka Mbak Dewi mau mengusung pekerjaan serupa prostitute di novelnya ini? Tabu, jelas saja. Tapi nikmatilah, dan kita bisa memetik banyak ‘pelajaran’ dari hidup Renata tersebut.
Jika kita mencari prolog, bab demi bab, apalagi epilog, tak akan ditemukan di novel berjudul #SeribuKerinduan ini. Semuanya melebur menjadi satu, hanya dipisah judul yang mewakili isi cerita selanjutnya. Yang saya sayangkan dari segi tata letak adalah tak adanya pembeda jenis font pada peristiwa di masa kini dan flashback-flashback yang sering dilakukan Renata di awal cerita. Jadi pembaca diwajibkan untuk bisa membedakan; apakah peristiwa itu terjadi sekarang, dua tahun lalu, atau bahkan dua minggu di belakang.
Novel ini sepertinya memang diperuntukkan bagi orang-orang (termasuk saya) yang sedang sibuk berpindah hati. Dari awal mencecap kisah Renata, kita tak dibiarkan tersenyum terlalu lama, karena plot selanjutnya akan kembali menjatuhkan kita pada kenyataan pahit yang tengah dirasakan mojang Bandung tersebut. Saya bahkan baru bisa tertawa di pertengahan cerita, ketika Renata bertemu Dion dalam keadaan mabuk. Selebihnya? Jika kalian pernah merasa ditinggalkan seperti yang dialami Renata, kalian pasti tahu bagaimana nasib saya ketika membacanya *buang tisu*
Seperti kata Dion, “Kalau kita terus-terusan menyalahkan masa lalu, kita justru akan terus hidup bersamanya, dan semakin sulit membebaskan diri.” Yah, silakan ikuti kata-kata Kak Dion yan brengsek waktu pertama ketemu Renata ini, adik-adik :)
Walaupun saya sempat membandingkan #SeribuKerinduan ini dengan novel lain bertema serupa di awal-awal cerita, namun novel karya Mbak Dewi ini jelas berbeda dan memiliki cita rasa sendiri. Apalagi menurut saya, alurnya mendayu-dayu dan seakan memiliki makna tersirat, “Menangislah, sayang.... Menangislah....” Mungkin karena ditinggal nikah bukan lagi hal tabu, ya? :’
“Tak usah banyak komentar, Febri,” mungkin menjadi batin orang-orang yang membaca review ini. Baiklah, silakan baca sendiri #SeribuKerinduan karya Mbak Dewi, pemimpin redksi Stiletto Book. Siapa tahu kalian bisa belajar tegar dari kisah Renata tanpa menjerumuskan diri sendiri, lebih bisa tegas daripada Panji, bisa menjadi teman yang lebih baik dari Dion, menjadi sahabat sehangat Diana dan Erika, dan membuat happy ending sendiri. Jangan sampai kehabisan di toko buku dan menyesal belakangan, loh.
Pssst, jika endingnya “lebih” di luar dugaan lagi, mungkin saya dengan senang hati memberi 4 dari 5 bintang ;)
Ditunggu (kiriman) novel selanjutnya, @Stiletto_book :p :* ({})

Sabtu, 23 Maret 2013

Review Celebrity Wedding by aliaZalea

Judul: Celebrity Wedding
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Metropop
Jumlah Halaman: 328 hlm
Harga: Rp 50.000
Terbit Pada: September 2011
ISBN: 9789792274929

Blurb
Semuanya bermula dari...
Inara sudah bosan dengan perlakuan keluarganya yang terlalu protektif kepadanya, selalu mencoba mengatur hidupnya, sehingga dia ingin menunjukkan kepada mereka bahwa dia bisa mengambil keputusan sendiri sebagai wanita dewasa.
Kemudian...
Revel betul-betul terdesak mendapatkan seorang istri secepatnya untuk menyelamatkan karier musik dan image-nya di mata masyarakat. Bukan dia yang menghamili Luna, kekasihnya, dan lalu tak mau bertanggung jawab.... Dia harus menikah untuk menepis gosip itu. Dan pilihannya jatuh pada Inara, akuntan publik yang bekerja padanya.
Hasilnya...
Sebuah pernikahan di atas kertas yang sepatutnyakan menguntungkan mereka berdua. Semuanya berjalan cukup lancar sampai Revel dan Inara mendapati bahwa pernikahan tersebut mulai terasa lebih nyata daripada yang pernah mereka bayangkan. Mampukah keduanya menepati janji masing-masing untuk mengakhiri sandiwara ini ketika kontrak berakhir?

Ini adalah kisah tentang Revelino Darby, penyanyi pria paling seksi di Indonesia dan Inara Hanindita, akuntan publik yang sangat berkompeten di bidangnya. Keduanya dipertemukan saat Revel ingin memakai jasaccount holder untuk memeriksa dan mengontrol keadaan keuangannya.

awalnya, Inara dan Pak Sutomo, atasannya, menolak karena perempuan berusia 32 tahun tersebut sudah mencapai batas maksimum dalam menangani klien. Namun Revel bersikeras meminta Pak Siahaan -pengacaranya- agar memaksa Pak Sutomo menerima permintaan mereka. Hingga mau tak mau, Pak Sutomo dan Inara pun -sangat terpaksa- menyetujuinya. 

Sejak pertemuan pertama itu, entah mengapa Revel dan Inara malah sering saling memikirkan. Tapi mereka berdua sama-sama tak mau menghiraukan perasaan tersebut.

Hinggakhirnya, Revel yang baru putus dari Luna dua bulan yang lalu, harus menghadapi pemberitaan mengenai mantan kekasihnya -yang jugartis- karena perempuan itu sudah hamil empat bulan. Yang artinya, ia sudah hamil sejak masih berstatus pacar Revel. Jelas saja seluruh Indonesia menyebutnya sebagai ayah bayi itu.

Untuk meredam gosip tersebut, Ibu Revel mengusulkan agar anaknya segera menikah. Dan satu-satunya kandidat yang adadalah... Ina. Setelah melalui perbincangan panjang, akhirnya Revel dan Ina sepakat menikah. Revel betujuan menenggelamkan gosip antara dirinya dengan Luna, sedangkan Ina ingin menunjukkan pada keluarganya yang protektif bahwa ia bisa membuat keputusan sendiri tanpa campur tangan mereka lagi.

Untuk menjaga keprofesionalan kontrak itu, dibuatlah pre-nup yang berisi 10 perjanjian dimana Pak Danung (manajer Revel), Ibu Revel, Jo (sahabat Revel, tokoh utama dalam novel 'Devil in the Black Jeans'), Tita (sahabat Ina, tokoh utama di novel 'Crash Into You'), Pak Siahaan, dan Meinita sebagai saksi penandatanganan kontrak tersebut. Intinya, mereka harus menikah selama satu tahun tanpa membeberkan alasan pernikahan itu kepada orang lain -kecuali saksi perjanjian mereka- dan di akhir kontrak, Revel akan mengirim uang senilai 500 juta rupiah ke rekening Inara.

Namun ternyata, kesepakatan mereka tidak membuahkan hasil yang mulus pada kenyatannya. Tinggal serumah malah membuat mereka merasa seperti pasangan suami-istri sungguhan. apalagi masalah-masalah yang datang silih berganti menerpa rumah tangga keduanya.

Mbak aliaZalea memang patut diacungi empat jempol, bahkan dua puluh kalau jari-jariku jempol semua. Mulai dari Blind Date, Crash Into You, Miss Pesimis, Celebrity Wedding, hingga  yang terakhir, Devil in the Black Jeans. Dari gaya bahasa, penggunaan kata, alur, pokoknya semua itu 'aliaZalea' banget :))

Yang bikin aku suka sama Celebrity Wedding ini karena ciri-ciri tokoh utamanya mirip sama..... aku :p Tapi serius, loh. apalagi aku juga cita-citanya jadi akuntan publik pas selesai wisuda nanti. Pengennya sih dapat suami kayak Revel juga *nyari firmakuntan publik* *aamiin*

Dari awal membaca Celebrity Wedding, saya sudah gemas dengan sikap Revel dan Ina. Keduanya sama-sama merasakan getaran cinta, tapi mengapa tak saling mengungkapkan? Mengapa harus bersembunyi di balik kedok 'nikah kontrak'? Namun di saat mereka berdua sudah mengakui perasaan masing-masing, mulai melewati hari selayaknya suami-istri sungguhan, mengapa masalah demi masalah pelik malah menghampiri mereka?

Novel ini bukan hanya menyajikan kisah percintaan semata, namun dilengkapi dengan konflik keluarga dan eratnya persahabatan. Serta lika-liku dunia entertainment yang digeluti Revel.

Bagaimana? Penasaran? Ingin tahu lebih banyak tentang Revel yang tampan sekaligus hot, atau Ina yang serius tapi berhati tulus? Makanya, buruan ke toko buku, looking for Celebrity Wedding, dan mari tenggelam di dalamnya ;)